Aku adalah seorang yang pintar, smart, sangat percaya diri. Aku mempunyai kemauan yang keras dan bila sudah menginginkan sesuatu, akan berusaha mati-matian dalam mengejarnya, segala halangan akan kulalui dan kuambil resiko apapun karena keinginan tersebut tidak boleh tidak tercapai. Aku tidak suka kegagalan. Dalam proses pengejaran terhadap sesuatu itu, terjadilah komunikasi antara Tuhan dan diriku. Tuhan : Juely… tunggu, jangan buru-buru, itu bukan rencanaKu untukmu… aku : Biarkan aku, Tuhan, aku mau hal tersebut…,aku tidak butuh Engkau… pergilah… urus saja anak-anakMu yang lain, lihat si itu, dia sangat bodoh, dia lebih memerlukan Engkau… Tuhan diam dan menatap dengan sedih, karena menurutNya hal tersebut tidak baik dan tidak cocok dengan hidupku. Mana mungkin, pikirku… Tuhan hanya ingin mengikatku, ingin aku disampingNya, bisa jadi apa diriku? Hal yang kuinginkan sangat gemerlapan, dunia akan mengenal diriku bila aku mencapainya. Aku akan berkenalan dengan orang-orang hebat dan kaya raya, apa yang tidak baik dari hal tersebut? The Glory is there…semua orang pasti menginginkannya. Kemudian aku berlari dalam perjalanan itu dan sebentar saja sudah mengakibatkan rasa letih dan haus… aku ingin minum.. aku menoleh ke belakang, melihat Tuhan masih ada disana, memandangiku dan tanganNya memegang minuman yang kubutuhkan. Tuhan : kesinilah, Nak, berbaliklah, beristirahatlah dan minumlah, kemudian pikirkan kembali rencanamu itu aku : (berteriak dari kejauhan)… tidak, Tuhan…. jangan memancingku dengan air bodoh itu, aku tidak akan tergoda, keinginanku sudah bulat… … aku melanjutkan perjalananku dan berkata pada diriku, sebentar lagi akan sampai, dan setelah sampai aku bisa mendapatkan berapapun minuman yang kuinginkan. Aku berlari… dengan nafas tersenggal-senggal, bibirku mulai kering dan pecah, tenggorokanku sakit, kakiku mulai lemah, namun aku tidak berhenti…. aku memaksakan diriku…aku berkata pada diriku, aku tidak akan berhenti. Tiba-tiba aku tersandung, terjatuh terguling-guling, seluruh tubuhku sakit, kulitku luka-luka, kakiku berdarah hebat ketika membentur sebuah batu yang mencuat tajam dari permukaan tanah.. sekali lagi Tuhan berkata.. Tuhan : kesinilah, Nak… minumlah dan akan kubalut lukamu, dan sambil istirahat, pikirkan kembali rencanamu itu… sekali lagi aku menjawab… aku : tidakkkkk…Tuhan, sudahlahhhlahhhh… jangan ganggu aku lagi, sebentar lagi aku akan sampai… aku berlari kecil, tidak berniat menurunkan kecepatan, terseok-seok, tertatih-tatih. Sebentar lagi aku sampai ke tujuan, demikian aku menguatkan diriku sendiri… aku membayangkan keindahannya, kegemerlapannya, dan itu membuatku bersemangat dan memberikan energi ekstra. Tak lama kemudian, benar, aku sampai ke tujuan, aku mencapainya, yay!!!! aku menang!!! aku berhasil!!!! aku hebat!!!! Aku melihat makanan dan minuman berlimpah… sedemikian banyaknya, namun aku tidak dapat menikmatinya, luka dibibirku, mulutku serta tenggorokanku menolak rasa manis yang ditawarkan. Aku mendapat pakaian sutra dan terindah, perhiasan termewah dan termahal, namun tidak indah kupakai karena banyaknya luka-luka disekujur kulitku, yang menodai keindahan baju tersebut. Lukaku akhirnya mengering, sembuh, namun meninggalkan bekas-bekas mendalam. Bekas luka dari perjalanan tersebut senantiasa disana, dan selalu mengingatkanku akan susah payahku meraihnya. Aku menjadi egois dan sombong, karena merasa aku tidak dibantu siapapun…aku tidak rela berbagi dengan orang lain, karena bekas itu mengingatkanku akan susah payahku. Setiap hari aku takut dan khawatir semuanya akan hilang, aku takut perjuanganku sia-sia. Aku tidak bahagia dengan apa yang kumiliki.PERCAYA adalah kata sederhana yang mempunyai dampak besar, berrfungsi sebagai motor yang menggerakkan kita untuk bersemangat dalam melakukan sesuatu. Seorang anak kecil memerlukan rasa aman dari orang tuanya, bila dia sedang berjalan-jalan, dia memilih untuk menggandeng tangan ibunya karena dia percaya akan dilindungi secara penuh olehnya. Seorang wanita akan menyerahkan hatinya kepada pria yang dia percayai untuk mencintainya. Seorang pengusaha percaya diri dalam menjalankan usahanya dan akan sukses dalam bisnisnya karena percaya pada pengalamannya.
PERCAYA DIRI adalah kalimat pendek yang banyak disebutkan dalam kalimat-kalimat motivasi, contohnya BELIEVE IN YOURSELF. Kalimat tersebut mempunyai arti positif untuk membangkitkan semangat seseorang.
Setiap orang mempunyai potensi untuk meraih apa yang menjadi kebutuhannya, keinginannya, mimpinya, cita-citanya. Tetapi tidak semua orang mempunyai rasa percaya diri yang sama. Ada orang yang tidak percaya diri meskipun memiliki potensi, dan sebaliknya ada orang yang sangat percaya diri dan berkemauan keras untuk mencapai keinginannya. Ada orang yang percaya diri bahwa hidupnya akan baik-baik saja meskipun tidak berhasil mencapai apa yang menjadi keinginannya. Ada orang yang percaya diri karena percaya diri karena percaya pada Tuhan.
Pertanyaannya adalah, apa perbedaan antara orang yang berhasil karena percaya diri dan berkemauan keras, dan orang yang berhasil karena taat dan berjalan bersama Tuhan, dan rasa apakah atau dunia seperti apakah yang akan menyambut mereka setelah berhasil mencapai hal tersebut? Yuk, kita simak ilustrasi dibawah ini, saya menggantikan pemeran dalam ilustrasi tersebut dengan kata “aku”.
Aku adalah seorang yang pintar, smart, sangat percaya diri. Aku bersahabat dengan Tuhan, dan aku telah belajar dari kegagalan-kegagalan dari menuruti keinginanku sendiri. Satu hari aku mendapat suatu visi untuk melakukan sesuatu, dan aku yakin dengan kemampuanku aku akan bisa mencapainya. Lalu aku bertanya padaNya.. aku : Tuhan… aku ingin menuju kesana, bolehkah? maukah Engkau mendampingiku? Tuhan : hmm… tidak buruk, tetapi itu bukan yang terbaik… mari kutunjukkan sesuatu.. Tuhan memaparkan rencana lain. Aku agak bingung dan protes … aku : tapi…. itu terlalu sulit, dan aku tidak yakin akan menyukainya… males ahhh… Tuhan : loh? kamu tidak percaya padaKu? ayoooo…akan Kudampingi kamu kesana… Akhirnya aku berhasil dirayu dengan maunya Tuhan. Awal berjalan, sebenarnya agak malas-malasan, tetapi dengan Tuhan disampingku, aku jadi bersuka cita dan menikmati perjalanan. Ketika aku capek dan haus, Tuhan memberiku minum, dan badan terasa segar kembali, dan aku mengucapkan terima kasih padaNya. Suatu saat aku terjatuh dan berdarah, aku protes kecil… aku : Nah…benerkan, Tuhan, apa juga kubilang, ini bakalan jauh lebih sulit, medannya sulit, lihat nih….aku jatuh, sakittttt… adduuhhhh… Tuhan tersenyum, dan menghampiri, dibersihkanNya dan dibalutNya lukaku, dan sambil menunggu pulih, kami sering mengobrol, aku berterima kasih karena ada teman seperjalanan walaupun keadaanku tidak baik. Setelah pulih, kami berjalan lagi, tibalah kami di sungai yang arusnya deras, aku takut, tidak berani melangkah…aku protes lagi… aku : ahhh…aku tidak berani, aku takut tenggelam… namun Dia kembali tersenyum, menertawakan kebodohanku…. Tuhan: kesinilah, aku akan menggendongmu melewatinya… wahh… sahabatku ini sungguh baik, padahal aku termasuk berat loh… bisa gak ya, bagaimana kalo aku dijatuhkanNya? aahh… merem ahhh….aku percaya aja deh! percaya full… lalu aku digendong, tutup mata dan merasakan gonjang ganjingnya karena arus yang deras. Dan tiba-tiba ….tadaaaaaa….akhirnya sampai ke seberang, tinggal berjalan sedikit lagi … aku diturunkan dan dengan semangat penuh, tenaga masih ada, dan kegembiraan karena akhirnya sampai tujuan. aku melihat segalanya berlimpah, gemerlapan. Karena sukacita, aku mengajak semua orang ikut merasakannya, kubagi-bagikan buat yang kekurangan karena ingat apa yang dilakukan Tuhan untukku, Dia menjagaku sepanjang perjalanan. Aku makin bersinar indah dan cantik dengan balutan pakaian dan perhiasan mahal. Lukaku tidak berbekas karena Tuhan yang membersihkan dan membalutnya. Aku tidak takut kehilangan, karena aku tahu Tuhan akan mendampingiku dalam perjalanan yang lain. Aku bahagia… ==================
Orang yang berkemauan keras dan percaya diri dengan kekuatan dan pengetahuan yang ada padanya, tidak akan pernah puas. Meskipun dia berhasil mencapai apa yang menjadi tujuannya, dia tidak akan puas dengan apa yang telah dimilikinya dan dia akan mengulang kembali perjalanan-perjalanan yang menyakitkan tersebut untuk mencari lebih dan lebih lagi. Sering dalam perjalanan tersebut dia tersakiti karena bekas lukanya, bekas luka yang menimbulkan rasa curiga dan kekhawatiran yang berkepanjangan akhirnya memicu terjadinya masalah-masalah. Permusuhan tidak akan jauh darinya. Dalam kesendiriannya, dia akan merasa semakin merasa kosong, pencapaiannya tidak menghiburnya meskipun menjadi kebanggannya.
Berbeda dengan orang yang penuh sukacita didalam hatinya, dia akan rela melakukan apa saja untuk orang lain karena dia merasakan bahagianya dikasihi. Walaupun tersakiti, hal tersebut tidak akan berlangsung lama, karena dia tahu masa depannya indah bila tetap berjalan dengan Tuhan. Rasa percaya dirinya akan segera bangkit lagi karena dia percaya Tuhan. Sukacitanya akan segera kembali, karena dia meminum air sukacita dari Tuhan.
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (amsal 3:5) Pengertian kita sendiri terbatas, dan mudah salah (Ef 4:18). Karena itu harus diterangi oleh firman Tuhan dan dipimpin Roh Kudus (Rom 8:9-16). Kita harus berdoa memohon hikmat dan kehendak Tuhan di dalam semua keputusan dan sasaran hidup kita ( Ams 2:3) daripada bersandar pada pertimbangan kita sendiri (ayat Ams 3:7).
Darimanakah asal percaya dirimu? Apakah anda percaya diri karena cantik, pintar,kuat, sehat, kaya? ataukah sumber percaya dirimu berasal dari percayamu kepada Tuhan dengan sepenuhnya.
Percaya tidak percaya? sebaiknya anda percaya…
))))
Semoga diberkati ♥
