PERCAYA dan PERCAYA DIRI

PERCAYA adalah kata sederhana yang mempunyai dampak besar, berrfungsi sebagai motor yang menggerakkan kita untuk bersemangat dalam melakukan sesuatu.  Seorang anak kecil  memerlukan rasa aman dari orang tuanya, bila dia sedang berjalan-jalan, dia memilih untuk  menggandeng tangan ibunya karena dia percaya akan dilindungi secara penuh olehnya.  Seorang wanita akan menyerahkan hatinya kepada pria yang dia percayai untuk mencintainya. Seorang pengusaha percaya  diri  dalam menjalankan usahanya dan akan sukses dalam bisnisnya karena  percaya pada pengalamannya.

PERCAYA DIRI adalah kalimat pendek yang banyak disebutkan dalam kalimat-kalimat motivasi, contohnya BELIEVE IN YOURSELF. Kalimat tersebut mempunyai arti positif untuk membangkitkan semangat seseorang.

Setiap orang  mempunyai potensi untuk meraih apa yang menjadi kebutuhannya, keinginannya, mimpinya, cita-citanya. Tetapi tidak semua orang mempunyai rasa percaya diri yang sama. Ada orang yang tidak percaya diri meskipun memiliki potensi,  dan sebaliknya ada orang yang sangat percaya diri dan  berkemauan keras untuk mencapai keinginannya. Ada orang yang percaya diri bahwa hidupnya akan baik-baik saja meskipun tidak berhasil mencapai apa yang menjadi keinginannya. Ada orang yang percaya diri karena percaya diri karena percaya pada Tuhan.

Pertanyaannya adalah, apa perbedaan antara orang yang berhasil karena percaya diri dan berkemauan keras, dan orang yang berhasil karena taat dan berjalan bersama Tuhan,  dan rasa apakah atau dunia seperti apakah yang akan menyambut mereka setelah berhasil mencapai hal tersebut?  Yuk, kita simak ilustrasi dibawah ini, saya menggantikan pemeran dalam ilustrasi tersebut dengan kata “aku”.

Aku  adalah seorang yang pintar, smart, sangat percaya diri. Aku mempunyai kemauan yang keras dan bila sudah menginginkan sesuatu, akan berusaha mati-matian dalam mengejarnya, segala halangan akan kulalui dan kuambil resiko apapun karena keinginan tersebut tidak boleh tidak tercapai. Aku tidak suka kegagalan. Dalam proses pengejaran terhadap sesuatu itu,  terjadilah  komunikasi antara Tuhan dan diriku.
 
Tuhan : Juely… tunggu, jangan buru-buru, itu bukan rencanaKu untukmu…
 
aku     : Biarkan aku, Tuhan, aku mau hal tersebut…,aku  tidak butuh Engkau…  pergilah… urus saja anak-anakMu yang lain,  lihat si itu, dia sangat bodoh, dia lebih memerlukan Engkau…
 
Tuhan diam dan menatap dengan sedih, karena menurutNya hal tersebut tidak baik dan tidak cocok dengan hidupku. Mana mungkin, pikirku… Tuhan hanya ingin mengikatku, ingin aku disampingNya, bisa jadi apa diriku?  Hal yang kuinginkan sangat gemerlapan, dunia akan mengenal diriku bila aku mencapainya. Aku akan berkenalan dengan orang-orang hebat dan kaya raya, apa yang tidak baik dari hal tersebut?  The Glory is there…semua orang pasti menginginkannya.
 
Kemudian aku berlari dalam perjalanan itu dan sebentar saja sudah mengakibatkan rasa letih dan  haus… aku ingin minum.. aku menoleh ke belakang, melihat Tuhan masih ada disana, memandangiku dan tanganNya memegang minuman yang kubutuhkan.
 
Tuhan : kesinilah, Nak, berbaliklah, beristirahatlah dan minumlah, kemudian pikirkan kembali rencanamu itu
 
aku       : (berteriak dari kejauhan)…  tidak, Tuhan…. jangan memancingku dengan air bodoh itu, aku tidak akan tergoda, keinginanku sudah bulat…
 
… aku melanjutkan perjalananku  dan berkata pada diriku, sebentar lagi akan sampai, dan setelah sampai aku bisa mendapatkan berapapun minuman yang kuinginkan. Aku berlari…  dengan nafas tersenggal-senggal, bibirku mulai kering dan pecah, tenggorokanku sakit, kakiku mulai lemah, namun aku tidak berhenti…. aku memaksakan diriku…aku berkata pada diriku, aku tidak akan berhenti.  Tiba-tiba aku tersandung, terjatuh terguling-guling, seluruh tubuhku sakit, kulitku luka-luka,  kakiku berdarah hebat ketika membentur sebuah batu yang mencuat tajam dari permukaan tanah..
 
sekali lagi Tuhan berkata..
 
Tuhan : kesinilah, Nak… minumlah dan akan kubalut lukamu, dan sambil istirahat, pikirkan kembali rencanamu itu…
 
sekali lagi aku menjawab…
 
aku       : tidakkkkk…Tuhan, sudahlahhhlahhhh… jangan ganggu aku lagi, sebentar lagi aku akan sampai…
 
aku berlari  kecil, tidak berniat menurunkan kecepatan, terseok-seok, tertatih-tatih.  Sebentar lagi aku sampai ke tujuan, demikian aku menguatkan diriku sendiri… aku membayangkan keindahannya, kegemerlapannya, dan itu membuatku bersemangat dan memberikan energi ekstra.  Tak lama  kemudian, benar, aku sampai ke tujuan, aku mencapainya, yay!!!! aku menang!!! aku berhasil!!!! aku hebat!!!!
Aku melihat makanan dan minuman berlimpah… sedemikian banyaknya, namun aku tidak dapat menikmatinya, luka dibibirku, mulutku serta tenggorokanku menolak rasa manis yang ditawarkan. Aku mendapat pakaian sutra dan terindah, perhiasan termewah dan termahal, namun tidak indah kupakai karena banyaknya luka-luka disekujur kulitku, yang menodai keindahan baju tersebut. Lukaku akhirnya mengering, sembuh, namun meninggalkan bekas-bekas mendalam. Bekas luka dari perjalanan tersebut senantiasa disana, dan selalu mengingatkanku akan susah payahku meraihnya. Aku menjadi egois dan sombong, karena merasa aku tidak dibantu siapapun…aku tidak rela berbagi dengan  orang lain, karena bekas itu mengingatkanku akan susah payahku. Setiap hari aku takut  dan khawatir semuanya akan hilang, aku takut perjuanganku sia-sia.  Aku tidak bahagia dengan apa yang kumiliki.

   ==========

Aku  adalah seorang yang pintar, smart, sangat percaya diri. Aku bersahabat dengan Tuhan, dan aku telah belajar dari kegagalan-kegagalan dari menuruti keinginanku sendiri.  Satu hari aku mendapat suatu visi untuk melakukan sesuatu, dan aku yakin dengan kemampuanku aku akan bisa mencapainya. Lalu aku bertanya padaNya..
 
aku       : Tuhan… aku ingin menuju kesana, bolehkah? maukah Engkau mendampingiku?
Tuhan : hmm… tidak buruk, tetapi itu bukan yang terbaik… mari kutunjukkan sesuatu..
 
Tuhan memaparkan rencana lain. Aku agak bingung dan protes …
 
aku        : tapi…. itu terlalu sulit, dan aku tidak yakin akan menyukainya… males ahhh…
Tuhan : loh?  kamu tidak percaya padaKu? ayoooo…akan Kudampingi kamu kesana…
 
Akhirnya aku berhasil dirayu dengan maunya Tuhan. Awal berjalan, sebenarnya agak malas-malasan, tetapi dengan Tuhan disampingku, aku jadi bersuka cita dan menikmati perjalanan. Ketika aku capek dan haus, Tuhan memberiku minum, dan  badan  terasa segar kembali, dan aku mengucapkan terima kasih padaNya.
 
Suatu saat aku terjatuh dan berdarah, aku protes kecil…
 
aku : Nah…benerkan, Tuhan, apa juga kubilang, ini bakalan jauh lebih sulit, medannya sulit, lihat nih….aku jatuh, sakittttt… adduuhhhh…
 
Tuhan tersenyum, dan menghampiri, dibersihkanNya dan dibalutNya lukaku, dan sambil menunggu pulih, kami sering  mengobrol, aku berterima kasih karena ada teman seperjalanan walaupun keadaanku tidak baik.
 
Setelah pulih, kami berjalan lagi, tibalah kami di sungai yang arusnya deras, aku takut, tidak berani melangkah…aku protes lagi…
 
aku       : ahhh…aku tidak berani, aku takut tenggelam…
 
namun  Dia kembali tersenyum,  menertawakan kebodohanku….
Tuhan: kesinilah, aku akan menggendongmu melewatinya…
 
wahh… sahabatku ini sungguh baik, padahal aku termasuk berat loh… bisa gak ya, bagaimana kalo aku  dijatuhkanNya?  aahh… merem ahhh….aku percaya aja deh! percaya full… lalu aku  digendong, tutup mata dan merasakan gonjang ganjingnya karena arus yang deras. Dan tiba-tiba ….tadaaaaaa….akhirnya sampai ke seberang, tinggal berjalan sedikit lagi …  aku diturunkan dan dengan semangat penuh, tenaga masih ada, dan kegembiraan karena akhirnya sampai tujuan. aku melihat segalanya berlimpah, gemerlapan.  Karena sukacita, aku mengajak semua orang ikut merasakannya, kubagi-bagikan buat yang kekurangan karena ingat apa yang dilakukan Tuhan untukku, Dia  menjagaku sepanjang perjalanan. Aku makin bersinar indah dan cantik dengan balutan pakaian dan perhiasan mahal. Lukaku tidak berbekas karena Tuhan yang membersihkan dan membalutnya. Aku tidak takut kehilangan, karena aku tahu Tuhan akan mendampingiku dalam perjalanan yang lain. Aku bahagia…
========

Orang yang berkemauan keras dan percaya diri dengan kekuatan dan pengetahuan yang ada padanya,  tidak akan pernah puas.  Meskipun dia berhasil mencapai apa yang menjadi tujuannya, dia tidak akan puas dengan apa yang telah dimilikinya dan dia akan mengulang kembali perjalanan-perjalanan yang menyakitkan tersebut untuk mencari lebih dan lebih lagi. Sering dalam perjalanan tersebut dia tersakiti karena bekas lukanya, bekas luka yang menimbulkan rasa curiga dan kekhawatiran yang berkepanjangan akhirnya memicu terjadinya masalah-masalah. Permusuhan tidak akan jauh darinya. Dalam kesendiriannya, dia akan merasa semakin merasa kosong, pencapaiannya tidak menghiburnya meskipun menjadi kebanggannya.

Berbeda dengan orang yang penuh sukacita didalam hatinya, dia akan rela melakukan apa saja untuk orang lain karena dia merasakan bahagianya dikasihi. Walaupun  tersakiti, hal tersebut tidak akan berlangsung lama, karena dia tahu masa depannya indah bila tetap berjalan dengan Tuhan.  Rasa percaya dirinya akan segera bangkit lagi karena dia percaya Tuhan. Sukacitanya akan segera kembali, karena dia meminum air sukacita dari Tuhan.

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (amsal 3:5)

Pengertian kita sendiri terbatas, dan mudah salah (Ef 4:18). Karena itu harus diterangi oleh firman Tuhan  dan dipimpin Roh Kudus (Rom 8:9-16). Kita harus berdoa memohon hikmat dan kehendak Tuhan  di dalam semua keputusan dan sasaran hidup kita ( Ams 2:3) daripada bersandar pada pertimbangan kita sendiri (ayat Ams 3:7).

Darimanakah asal percaya dirimu? Apakah anda percaya diri karena cantik, pintar,kuat, sehat, kaya? ataukah sumber percaya dirimu berasal dari percayamu kepada Tuhan dengan sepenuhnya.

Percaya tidak percaya? sebaiknya anda percaya… :) ))))

Semoga diberkati ♥

KEMENANGAN DALAM KEBISUAN

Renungan Jumat Agung/Paskah

Dalam keheningan malam, tanpa ada tanda-tanda apapun, tiba-tiba segerombolan serdadu muncul di tengah kegelapan. Para serdadu ini hanya mempunyai satu tujuan, yaitu menangkapNya. Kita tahu bahwa cerita ini menceritakan tentang proses pengkhianatan terhadap Yesus sampai Dia disalibkan, dan kemudian Bangkit pada hari ke 3. Ya, kisah ini berulang-ulang diceritakan dalam 4 Kitab Injil utama, yaitu dalam Matius 26-28, Markus 14-16, Lukas 22-24 dan Yohanes 18-19.

Cinta yang dikhianati, tipu daya dan hati yang dilukai,   sangat lazim menghampiri dalam salah satu episode kehidupan kita. Dan cukup sering kejadian seperti itu diresponi dengan perlawanan, karena hati tidak rela menerimanya. Tetapi respon tersebut bukanlah  respon yang benar. Penolakan dan perlawanan cuma menunjukkan bahwa kita kuat dan tidak gampang  diintimidasi atau diakali oleh orang lain, tetapi bukan untuk  membuat keadaan semakin membaik apalagi menyembuhkan, malah cenderung membuat masalah  semakin lebar dan semakin dalam.

Illustrasi 1 : Pada waktu kita mau test darah, perawat akan menggunakan jarum suntik untuk dimasukkan kebawah kulit kita dan kemudian darah kita akan disedot dengan jarum suntik tersebut, untuk mencegah rasa sakit yang extrim maka pada saat jarum masuk ke dalam kulit, kita harus menghirup nafas dalam-dalam dan kemudian bernafas secara teratur sewaktu darah mulai mengalir ke tabung injeksi. Duduk manis dengan diam adalah solusi terbaik untuk mencegah sakit, semakin kita banyak bergerak, semakin sakit rasanya.

Illustrasi 2 : Suatu hari si Boss tiba-tiba memanggil si Jono, dan kemudian tanpa alasan memPHK si Jono. Jono tidak terima, dan tidak habis pikir, dan semakin diolah, semakin sakit hati dia sama si boss, malah akhirnya menjadi masalah besar ketika Jono memprovokasi demo, mengajak teman-teman yang tidak terlibat untuk aksi protes, sehingga teman-temannya terseret dan ikut-ikuan di PHK.  Bila Jono menerima dengan lapang dada, dan memfokuskan diri mencari pekerjaan yang baru, maka masalah kedua tidak perlu terjadi yang bahkan merugikan lebih banyak orang lainnya.

Ada beribu-ribu alasan mengapa kita dikhianati atau disakiti dan  kita tidak selalu tahu alasan yang sebenarnya. Mungkin saja alasannya karena rasa iri seperti kaum Farisi yang merasa tersaingi. Mungkin demi menjaga posisi atau kedudukannya seperti Pontius Pilatus. Mungkin juga demi uang seperti yang dilakukan Yudas Iskariot, bahkan mungkin juga untuk menghindari masalah seperti Petrus.

Dalam kisah itu, diceritakan bahwa ketika Yesus ditangkap, dihina dan disiksa, Yesus tidak melawan sama sekali, bahkan  menyembuhkan telinga seorang serdadu yang ditebas oleh Petrus, muridNya. Bahkan mengucapkan doa pengampunan kepada orang-orang yang menganiaya DiriNya. Merasakan dicambuk dengan cambuk berduri yang masuk ke bawah kulit dan kemudian tertarik keluar dengan daging yang hancur dan darah bercucuran, perjalanan di via Dolorosa ketika memanggul salib yang kasar dan berat, sampai dipaku di tiang salib, sungguh tak mampu dibayangkan rasanya.

Apakah  hal tersebut menderingkan sesuatu dalam benak kita? Kita diajarkan bahwa Yesus mati di kayu salib demi menebus dosa umat manusia, memang itulah tujuan Dia dilahirkan (Yohanes 3:16). Tetapi hari ini saya mendapatkan hikmat untuk menuliskan tentang respon Yesus terhadap penderitaanNya, yaitu DIAM.

  • Bila hari ini engkau dikhianati, terimalah dan jangan berkata apa-apa, karena itulah yang dilakukan Yesus ketika dikhianati dan dijual oleh Yudas, bahkan terhadap Yudas-pun, Dia tidak menuntut.

Amsal 11:6 berbunyi: Orang benar dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi PENGKHIANAT tertangkap oleh hawa nafsunya. Kita tahu bahwa pada akhirnya Yudas bunuh diri karena terperangkap oleh rasa bersalah yang tidak mampu dia tangani. Hal ini juga mengajarkan kita untuk tetap setia terhadap hal-hal yang benar dan jangan tergoda dengan kesenangan atau keuntungan sesaat.

  • Bila hari ini engkau terluka demi hal yang benar, diamlah, jangan berkata apapun, dan terima saja, karena itulah yang dilakukan oleh Yesus ketika dicambuk dan disiksa oleh serdadu Roma.

 

 

Menerima dalam kebisuan demi satu hal yang benar dan pantas dibela, bukan berarti kita bodoh dan lemah. Bukan berarti kita tidak mampu membalas dan memenangkan pertarungan yang dapat diperlihatkan kepada orang-orang.

Menerima dalam diam adalah langkah pertama kita untuk memaafkan. Dan ketika semuanya terungkap, siapa yang bernilai akan berkilau pada akhirnya. Sama seperti Yesus dalam diamNya, menerima sampai mati, demi satu kebenaran, bahwa Dia adalah Tuhan dan Raja atas segala Raja, dan sudah dibuktikanNya melalui kebangkitanNya di hari 3. Haleluya!

Amsal 11:13b 

Siapa yang setia, menutupi perkara.

Berlakulah setia kepada Tuhan dan kepada hal-hal yang benar yang diajarkanNya, maka semua akan  baik pada akhirnya.

Tuhan Yesus memberkati.

3 TANTANGAN DARI MASA LALU

Berbeda dengan sinetron tanah air yang “kurang mendidik”, film serial Korea sering  menyajikan hal-hal positif dan mendidik  dari budaya mereka.  Selain  sopan santun terhadap orang yang lebih tua, semangat juang yang kuat, ternyata….  ada hal yang sama juga dengan disini, yaitu penilaian masyarakat terhadap  masa lalu seseorang sangat diperhitungkan meskipun negara tersebut sangat modern.

Salah satu film Korea yang saya tonton adalah mengenai olah raga. Ceritanya … ada seorang eksekutif organisasi olahraga terbesar di kota Seoul yang kemudian dipecat karena tidak mau menjalankan  perintah boss-nya untuk melakukan kecurangan,  kemudian  dikambing-hitamkan dengan kasus doping terhadap seorang atlet. Karena dendam, sang boss  berusaha mematikan jalan karirnya dengan mengadakan konferensi pers bahwa sang eksekutif dipecat karena memerintahkan atletnya melakukan doping.

Disisi lain, ada seorang anak muda jalanan,  seorang pencopet, dia punya bakat alami berkelahi yang sangat baik. Nasib mempertemukan mereka dan setelah melalui berbagai peristiwa , mereka  kemudian sepakat untuk bangkit bersama, sang eksekutif bertindak sebagai agennya, dan sang pemuda dilatih secara intensif untuk menjadi seorang petinju profesional. Jalan menuju kesana juga tidak mudah, karena semua klub olahraga menolak sang eksekutif tersebutyang disebabkan oleh  kasus doping tersebut,  Namun, akhirnya mereka menemukan satu tempat yang akhirnya bersedia menerima mereka.

Setelah perjuangan keras, akhirnya mereka sampai pada satu posisi yang layak untuk maju dalam pertandingan olahraga pro. Tetapi lagi-lagi mereka dihadang oleh sang mantan boss dengan cara memonopoli pasar olahraga tersebut dan mereka dilarang untuk ikut pertandingan kecuali dengan lisensi dari organisasi tersebut. Tidak patah arang, mereka berusaha lagi untuk berdiri, dan membentuk liga pertanding, dan kali ini pukulan telak dilancarkan oleh sang mantan boss, yaitu memberitakan tentang masa lalu kedua orang tersebut.Hasilnya? semua sponsor membatalkan kerjasama dan mereka benar-benar buntu kali ini…

Dari cerita diatas, hal yang menarik adalah kedua orang tersebut adalah keinginan mereka untuk memulai hidup baru, namun masyarakat tidak memberikan kesempatan.

Masa lalu, terkadang menjadi momok dalam kehidupan kita, terlebih apabila masa lalu tersebut kelam dan kusam. Masa lalu yang kelam, apapun itu, sering menjadikan orang tidak percaya diri untuk melangkah.  Sering kali masa lalu itu mengintai bahkan mengancam, dan walaupun berhasil diatasi, ada  satu tantangan lagi yang harus dihadapi, yaitu penilaian masyarakat.

Dalam hal masa lalu,  saya menemukan ada 3  tantangan yang  diberikan dalam kehidupan  kita:

  1. BAGAIMANA MENGATASI MASA LALU?

Masa lalu yang kelam dalam kehidupan seseorang, tidak peduli kesalahannya sebesar apa, seringkali kembali menghantui, seringkali membuat tidak percaya diri, sering kali membuat kaki berat melangkah, seringkali membuat hidup jauh lebih gagal dari sebelumnya  bila usaha-usaha yang dilakukan untuk keluar dari masa lalu selalu terbentur dan seolah-olah memberikan jalan buntu.

Untuk memulai hidup yang lebih baik, tidak ada cara lain selain meninggalkan masa lalu dan tidak memikulnya lagi menuju masa depan. Sebab bertahan dalam luka, sakit hati, kepahitan dan kekecewaan adalah beban yang sangat berat. Mengapa? Karena hal-hal tersebut membuat fokus ke masa depan menjadi buram. Bahkan seringkali mempengaruhi sikap dan tingkah laku dan mood kita, yang akibatnya mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain, dengan pekerjaan, dan lain-lain. Sikap tersebut jelas mengunci kaki kita untuk melangkah keluar dari bayang-bayang masa lalu tersebut.

Tapi…. Kabar baiknya adalah, bahwa setiap orang layak untuk hidup bahagia, kehidupan seseorang tidak melulu merupakan pengulangan-pengulangan dari masa lalunya, setiap orang bisa melangkah keluar asal mau melepaskan beban itu.

Ada beberapa cara yang lazim dipakai untuk bangkit dari masa lalu, antara lain:

  • Membicarakannya. Bicaralah dengan orang-orang terdekat, bicarakan dengan seekspresif mungkin, keluarkan semua perasaan yang ada, baik  sakit hati, takut, kecewa, expresikan dengan menangis, berteriak atau apapun.  Setelah itu lupakan semuanya, bebaskan pikiran selamanya dari hal-hal tersebut, mungkin sulit tapi itu merupakan  satu-satunya pilihan untuk bangkit.


  • Menuliskannya. Menulis merupakan salah satu cara menumpahkan perasaan, makanya terkadang kita bisa menebak suasana hati seseorang dari status yang dituliskannya pada profile facebook, twitter, atau media social lainnya.  Jurnal juga relatif  lebih aman, karena hanya kita yang tahu. Pada waktu menulis, tumpahkan semua apa adanya, tidak perlu dikarang dan dirangkai dengan kalimat-kalimat yang indah.


  • Meminta maaf. Saya dulu berpendapat apabila kita meminta maaf, maka berarti pihak kita yang bersalah. Ternyata tidak begitu, meminta maaf tidak berarti kita salah, atau apa yang terjadi pada diri kita tidak penting, ataupun berarti kita menyetujui tindakan orang yang akan kita minta maaf.  Secara sederhana, meminta maaf berarti kita sudah membuat pilihan untuk melupakannya, tidak ada lagi sakit hati ataupun keinginan membalasnya, sehingga masa lalu tersebut tidak akan lagi mempengarahui hidup kita.


  • Berobat ke ahli kejiwaan. Bila masa lalu terlalu berat dipikul sehingga mengakibatkan stress berat atau depresi,  sebaiknya segera menghubungi konsultan kejiwaan untuk menjalani terapi. Konsultan mungkin merupakan pilihan yang lebih baik bila ingin privacy, dimana kita bisa menceritakan apapun secara terbuka daripada kepada orang yang dikenal.  Dan juga mereka lebih bisa memberikan arahan yang tepat untuk membantu kita melewati masalah.


  • Tambahan: Sebagai manusia normal yang juga mempunyai masa lalu, saya disembuhkan dengan cara Kristiani, dengan cara  Pelepasan  dilanjutkan dengan doa-doa intensif mengenai pengampunan dan pelayakan diri oleh Kasih Kristus menjadi kunci utama. *)lihat di ad.3


2. BAGAIMANA MERESPONI PENDAPAT NEGATIF DARI MASYARAKAT?

Saya pernah diperhadapkan dengan pertanyaan ini dalam salah satu interview  di  gereja. Beliau bertanya, “Juely, kamu kan mempunyai latar belakang, dan dalam pandangan masyarakat disini, ada kemungkinan meskipun belum pernah terjadi,  bahwa orang-orang  akan membicarakanmu bahwa kamu tidak layak bertugas di atas panggung, reaksimu bagaimana?“ 

Jawabanku sederhana, aku bilang : wow… I don’t care!

Intinya apa yang dibicarakan orang mengenai masa laluku bukan merupakan masalah bagiku. Itu adalah masalah mereka, sebab aku sudah lepas dari masalah itu. Sebab Tuhan sudah menyembuhkan dan memulihkan aku melalui proses yang sangat panjang, Sebab aku sekarang layak. FirmanTuhan berkata, “jangan takut bila diaibkan manusia, atau dinista oleh mereka”. (Yesaya 51:7B)

Ada satu pepatah yang bagus, mungkin artinya kurang lebih seperti. “anjing menggonggong, khafilah berlalu”, oleh Steve Maraboli, seorang penulis buku, bunyinya “If people refuse to look at you in a new light and they can only see you for what you were, only see you for the mistakes you’ve made, if they don’t realize that you are not your mistakes, then they have to go.”

3. BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA BEREAKSI THP MASA LALU ORANG LAIN?

Ada 2 versi manusia, yaitu yang baik  dan yang jahat, bahkan sejak anak-anak kita sudah disuguhi dengan tokoh dari 2 karakter tersebut. Ada Paman Gober VS Gerombalan Siberat, ada Batman VS Joker, ada Tom VS Jerry, atau di film-film yang menggambarkan sosok pahlawan (orang) baik yang menumpas kejahatan.

Hampir semua cerita dalam film menggambarkan kejahatan harus ditumpas melalui kekerasan, kalu perlu pelakunya dibunuh, kita gemas melihat peran orang jahat tersebut, sehingga merasa ingin ikut memukul, menendang, dan menghancurkan tokoh tersebut.  Nah, apakah reaksi-reaksi tersebut adalah reaksi yang benar? Apalagi terhadap orang yang sudah bertobat dan berusaha hidup dengan baik?

Penilaian masyarakat secara umum juga sering menjebak kita dengan persepsi yang salah.  Beberapa tahun yang lalu, saya ikut serta dalam acara kunjungan ke Rutan (Penjara) dalam salah satu aksi perayaan Natal. Nah, diantara bidang-bidang pelayanan masyarakat yang dibuka pada saat itu al: ke rumah sakit, panti jompo, panti asuhan, mal, perkantoran, hotel, kerja bakti maupun anak jalanan, kunjungan ke rutan(penjara) menempati urutan “hampir tidak ada peserta”. Mengapa? Mengapa orang-orang takut? Bukankah seharusnya orang-orang terpenjara seperti mereka yang seharunya diberikan motivasi dan harapan, supaya setelah keluar dari sana mereka mempunyai harapan baru untuk hidup lebih baik?

Saya ingin mengajak anda merenungkan dari  sudut pandang Kristiani, yaitu sosok Yesus Kristus yang dilahirkan untuk menebus dosa manusia (Yohanes 3:16). Terbukti dalam perjalanan hidupnya yang tertulis dalam Alkitab:

  • Dia mengatakan, “dosamu diampuni”  kepada orang lumpuh, sehingga orang tersebut kembali berjalan.  Bukankah hal tersebut mewakili bahwa mengampuni orang yang bersalah, mampu memberikan harapan kepada orang tersebut untuk bangkit? Bukankan pengampunan merupakan hal pertama yang harus dilakukan?


  • Dia menyembuhkan orang sakit  jiwa. Bukankah kita semua manusia sama, jiwa kita yang emosional rapuh tanpa Tuhan? bahwa kita perlu penyembuh untuk jiwa kita supaya tenang? Seperti orang sakit yang perlu dokter, orang yang punya masa lalu perlu kita untuk mensupport mereka secara mental, supaya mereka tenang dan bisa focus untuk meraih masa depan.


  • Dia menerima orang berdosa, bergaul dengan orang berdosa, dan menyetarakan diri dengan mereka. Bukankah kita semua juga orang berdosa? Apakah yang membedakan kita sehingga kita tidak mau menerima orang lain karena masa lalunya?

Hal-hal inilah yang ditawarkan Yesus kepada kita semua, manusia yang notabene pendosa, Dia menawarkan pengampunan, pemulihan, melayaniNya dan tercatat dalam Kerajaan Surga. Kita semua menginginkan hal tersebut. Dan apakah yang membuat kita menghalangi orang lain untuk mendapatkan hal yang sama  dengan sikap kita yang salah?

    KITA SEMUA DILAHIRKAN SAMA

Itu katamu … dulu …

Lama yang lalu..ketika hatiku masih membeku..

Kehangatanmu menghampiriku…

Menjanjikan lautan madu…

Hati siapakah sanggup bertahan teguh…

Kala tersentuh  siraman kasih seputih salju…??

Hati-hati kau menyelubungi hatiku dengan cintamu…

Berbahagialah…

karena bahagiamu mengisi kerinduanku kepadamu…

itu katamu…

Dentingan nada cinta…berbunyi … berirama…

Menghiasi halaman halaman kelabu…

Menumbuhkan tunas baru…

Merambati hatiku…

Ya, meski terpisah jauh…‎aku bahagia denganmu…

Cintamu adalah matahari yang menumbuhkan cintaku…

Bukankah cinta tidak terbatas oleh jarak dan waktu?

Tersenyumlah…

Karena senyummu menghidupkan hariku…

itu katamu…

Namun itupun telah berlalu

Dihajar oleh angin dan gemuruh…

Dimanakah sang pelindung hatiku?

Kutemukan disana dia tertidur…

Bangunlah cintaku…

angin telah menyapuku…

Ombak telah  menyeretku…

Semakin menjauh dan menjauh…

Bangunlah cintaku…

Tak kau dengarkah dentuman hatiku?

Kejarlah dan dekaplah cintamu…

Lukiskan kembali senyum yang menghangatkan hatimu…

Itu katamu…dulu…

NO TITLE

Tatapanmu mengurai kata…
Timbul tenggelam merangkul jiwa…
Kemudian hampa…
Tak terdengar apa-apa…
 
Berdiri ‎aku ditengah kekosongan…
Mencari separuh jiwaku yang telah kau bawa entah kemana…
Selayang pandang … Kulihat hatiku retak… pecah dan berjatuhan…
Berserakan… menghampar bagai guguran bunga-bunga
di taman hati yang kau ciptakan…
 
Kumembeku menahan lara..
Jatuh merunduk memungut keping hati yang tersisa..
Jejakmu ada dalam kandungan langkahku …
Hatiku meracau.. Kacau …
angin dingin menghempasku…
Rindu…
 
Dalam mimpiku..
Apakah kurasakan tatapanmu membelaiku?
Apakah kurasakan pijar-pijar kerinduanmu menggapaiku?
Tapi kemudian redup…
Tiada terlihat sinar di ujung lorong yang gelap…
Akankah cintaku perlahan luluh seiring waktu?
Menghadang rindu yg menyerbu…
Cintaku terkubur.. terbaring .. tertidur …dalam gelap …
Pilu …
Kudekap bayangmu…
Membasahi dahaga kerinduanku…
Kapankah akan berhenti?
Akankah cinta  membawaku kembali?

JJ/somewhere/someday

PUBER KEDUA

Belakangan ini saya sering mengamati adanya perubahan-perubahan drastis pada teman-teman sebaya saya, terutama dalam hal penampilan. Mereka, baik pria maupun wanita,  secara tiba-tiba berubah lebih cantik, lebih terawat, lebih heboh dan lebih mencuri perhatian. Wah, saya senang dengan fenomena itu karena saya termasuk orang yang suka melihat penampilan “bagus” :) . Tetapi tidak semua perubahan itu sesuai dengan kepribadian sehingga ada yang tampil agak norak dan berlebihan. Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka? pikir-pikir, ternyata mereka sedang mengalami Puber Kedua, dan sayapun tergelitik untuk mencari tahu lebih jauh lagi mengenai hal itu, tidak heran, karena saya juga termasuk dalam golongan usia tersebut ;p

Puber adalah salah satu topik yang lucu dan menarik.  Semua orang akan mengalami 2 fase puber dalam hidupnya. Fase pertama, dari usia kanak-kanak menuju dewasa, dikenal dengan sebutan Puber pertama yang ditandai dengan perubahan fisik (perubahan suara, pertumbuhan rambut pada area-area tersembunyi, perubahan bentuk tubuh),  pencarian jati diri dan ingin mencoba hal-hal baru, memberontak dll. Sedangkan Puber kedua, fase dewas menuju usia tua, terjadi pada usia sekitar 40-45th, dengan gejala yang hampir sama, yaitu berupa pengulangan dari puber pertama dalam hal tingkah laku yang bahkan lebih berlebihan daripada remaja.

Dari beberapa artikel yang pernah saya baca,  ada beberapa contoh kasus yang menarik seputar Puber Kedua:

Contoh 1:

Ny K sudah menikah 11 tahun. Dia merasa suami tidak pernah memerhatikannya, tidak menghargai apa yang dilakukannya. Dia sadar karena dulu dia tidak pernah memperhatikan kebutuhan suaminya, dia tidak bisa memasak ataupun menolong suaminya pada saat dirumah. Tetapi sekarang dia  sudah belajar dan bisa memasak makanan kesukaan suaminya, menyiapkan pakaian suami, membuatkan kopi, namun suami tidak pernah mengucapkan terima kasih atau memuji perubahannya.

Ny K berusaha mencari perhatian dari suaminya dengan merubah penampilannya supaya lebih menarik, merubah model rambut, pakaian baru,  tetapi tidak mendapatkan respon yang diharapkan. Pada saat dia ingin dipeluk, dia mencoba mendahuui memeluk suaminya, namun yang didapatkan adalah penolakan dengan alasan panas.

Ny K menyatakan bahwa dia bukan menginginkan seks lebih. Dia hanya ingin sesekali dipuji, dihargai, dipeluk, dan dielus.

KASUS 2

Tn. L heran kenapa istrinya jatuh cinta lagi. Padahal mereka sudah menikah hampir 12 tahun. Tn L  menemukan Facebook-istrinya dengan lelaki berusia beberapa tahun dibawahnya, yang adalah adik kelas saat SMA dan menemukan indikasi  bahwa istrinya sudah melakukan hubungan intim dengan laki-laki tersebut.

Dari sisi Ny L, dia mengakui bahwa dia sering Facebook-kan dengan bekas adik kelas.  Awalnya pria tersebut mengungkap cerita-cerita lucu saat SMA sampai akhirnya mengatakan kagum dan tertarik kecantikan dan kepandaiannya.

Pria tersbut sebenarnya dia sudah menikah dan punya istri cantik dengan satu anak, tetapi dalam Facebook sering mengirimi Ny L puisi yang menyatakan kekaguman dan rayuan. Ny L mengaku nahwa mereka tidak pernah ketemu muka karena menyadari hubungan mereka tidak tertuju pada sesuatu yang serius.

Namun, akhirnya karena perhatian yang diberikan pria tersebut,  Ny L mulai curhat mengenai hubungannya yang kurang mesra dengan suami.  Ny.L merasa ada seseorang yang memperlakukannya dengan cara berbeda dengan apa yang dilakukan suami dan dia merasa benar-benar tersanjung.

KESIMPULAN:

Pada kasus 1, kebutuhan Ny K menunjukkan besarnya energi psikologis yang mendorong kebutuhan interaksi psikoseksual yang penuh romantisisme untuk membuat dia merasa benar-benar dihargai keberadaannya secara utuh. Ny K mengalami krisis emosional. Dia memerlukan kenyamanan psikologis dari psangannya seperti yang ditemukan oleh Ny. L di kasus2.  Ny L,  yang dasarnya sudah lama mendambakan perlakuan manis dari suami sehingga saat akhirnya berada dalam masa puber kedua,  kebutuhan yang seyogianya dipenuhi pihak suami, ternyata diperoleh dari kehadiran adik kelas. Sanjungan, penghargaan, dan dukungan emosional berlanjut menstimulasi imajinasi erotis serta romantisisme psikoseksual.

Nah, dari contoh kasus diatas, Puber Kedua ternyata beresiko tinggi terhadap Perselingkuhan, seperti yang terjadi pada Ny. L,  pada kaum pria juga tidak berbeda, selain bernampilan maksimal, mereka cenderung mencari rasa aman akan superioritasnya, sehingga mereka cenderung mengencani wanita yang jauh lebih muda untuk membuktikannya.

Bila resikonya begitu mengerikan, bagaimana cara menghindarinya? Puber jelas tidak dapat dihindari, tetapi efek-efek yang mungkin terjadi bisa dihindari semaksimal mungkin,  mungkin dengan kebersamaan yang lebih sering, komunikasi yang lebih intens, saling memperhatikan akan mampu meredam efek-efek negatif tersebut.

Saya juga mencatat bahwa semakin rapuh kejiwaan seseorang, maka semakin “antik” orang tersebut pada saat mengalami Puber kedua. Untuk itu, selain lingkungan yang mendukung, saya kira campur tangan kerohanian yang mampu menangani masalah kejiwaan tersebut.

Saya sendiri mencoba membuat daftar (check list), apakah saya sedang mengalami puber kedua (hahahahaha..), mungkin anda bisa mencobanya:

  1. Apakah penampilan saya berubah drastis?
  2. Apakah saya memakai pakaian yang tidak pantas saya pakai, contohnya pakaian untuk gadis remaja yang terkesan girlie atau rok super mini?
  3. Apakah make-up semakin berlebihan, contohnya bedak setebal tembok Cina?
  4. Apakah semakin mencari perhatian, contohnya yang sering terjadi, update status atau ganti profile picture di  Facebook atau di BBM dalam intensitas yang sangat sering, pernah saya temukan pada pada hari2 sedang menganggur, salah satu kontak list-ku, selalu berada di TOP recent updates setiap kali saya membukanya. contoh kedua, apakah lebih sering mencari perhatian dari lawan jenis?
  5. Apakah emosi mulai tidak stabil, merasa tidak aman, merasa tersaingi oleh sesama jenis, takut tidak dicintai, takut menua, takut kematian dan lain lain. (point ini hmmmmm…. jangan-jangan…. hehehehe)

dan lain-lain…yang mungkin bisa anda tambahkan.

Semoga menghibur dan bermanfaat.



DESTRUCTIVE LOVE

Semangat cinta mulai terasa kental beberapa hari belakangan ini. Warna Pink, bunga rose,  permen dan coklat mendominasi toko-toko souvenir. Gathering-gathering dan event-event special mulai dipersiapkan untuk digelar di hari “keramat” yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2012 ini.

Cinta. Siapakah yang tidak suka? Cinta memberikan perasaan bahagia sehingga wajah tampak lebih berseri-seri, yang wanita kelihatan semakin cantik, yang pria juga kelihatan semakin ganteng.  Cinta membuat seseorang yang dilandanya rela berbuat apapun demi orang yang dicintainya. Cinta mungkin saja merupakan perasaan paling kuno, yang paling primitif yang ada dalam diri manusia. Cinta sudah ada sebelum perasaan yang lain muncul, karena cinta adalah milik Allah. Dengan cintalah Allah menciptakan dunia beserta isinya, dengan cintalah Allah mempersatukan Adam dan Hawa.

Tetapi ada satu cinta yang sering tidak disadari, ada cinta yang menghancurkan. Whitney Houston, seorang penyanyi yang memiliki bakat luar biasa, ditemukan meninggal, 12 Februari 2012 yang lalu,  di sebuah bak mandi dalam kamar hotel, diduga akibat obat terlarang.  Dari pemberitaan dunia selebriti, dapat diambil satu kesimpulan bahwa Whitney terjerumus dalam dunia obat-obatan terlarang sejak menikah dengan Bobby Brown. Meskipun tidak dapat dibuktikan secara langsung, saya berpendapat karena cintanya kepada Bobby-lah yang memang pecandu,  sehingga Whitney memilih jatuh dalam cengkraman setan tersebut. Mungkin karena ada masalah yang sukar dalam rumah tangga, mungkin juga awalnya hanya untuk bersenang-senang bersama,  kita tidak tahu alasan yang sebenarnya.

Seringkali dengan alasan cinta pula, orangtua memaksakan kehendak kepada anaknya.  Contohnya bila anaknya laki-laki  kebetulan berbakat di dunia kecantikan, maka orang tuanya cenderung akan membelokkan itu, dan memaksakan bidang-bidang lain yang tidak disukai anaknya yang menurut orang tuanya lebih menjanjikan (menghasilkan uang). Anak tersebut walaupun mungkin bisa menguasai bidang tersebut, tetapi tidak akan maksimal seperti apabila dia benar-benar berkarya di dunia kecantikan.

Demi cinta kepada teman-teman, remaja sering mengabaikan apa yang lebih penting, misalnya pelajaran sekolah.  Karena bagi remaja, mereka belum mengerti bahwa teman-teman yang baik adalah teman-teman yang mau memberikan support untuk pekerjaannya, teman-teman yang membantu mengarahkannya ke tujuan yang baik. Remaja cenderung cinta dan setia  kepada teman-temannya yang FUN sehingga rasa itu  malah membuat prestasinya mundur.

Karena terlalu cinta kepada isterinya, seorang suami mengurung isterinya dalam rumah, tidak boleh bergaul dengan siapapun. Istrinya itu kalo bukan menjadi orang bego, mungkin saja bisa menjadi gila karena tidak ada interaksi fisik dengan orang lain.

So, menjelang Hari Valentine, mari kita renungkan, cinta seperti apakah yang kita berikan kepada orang-orang yang kita sayangi. Apakah cinta kita membangun, atau malah menghancurkan  dimana membuat orang yang kita cintai tidak bahagia, tidak berkembang, tetapi malah berujung pada tindakan-tindakan negatif?

Happy Valentine Day!!!

xoxoxo

COPY PASTE

Perkembangan teknologi dari masa ke masa semakin memudahkan kita, terutama di bidang komunikasi. Mister Postman, sang pengantar surat cinta yang dulu berjalan kaki untuk mengantarkan surat-suratnya, kemudian digantikan dengan menunggang  kuda, dari menunggang kuda kemudian digantikan dengan mengayuh sepeda, lalu mengendarai sepeda motor,  dan kini si mister postman pengantar surat mulai langka, tersapu oleh arus oleh alat-alat komunikasi yang canggih seperti telpon, internet dan fasilitas messengers dari berbagai provider yang memfasilitasi real time communication antara manusia yang berada di kota yang berbeda, bahkan di belahan dunia yang berbeda.

Pelayanan komunikasi yang murah meriah dan masih “hot” sampai saat ini adalah Blackberry Messaging service, fasilitas yang  memudahkan dan meringankan kantong dari segi biaya penggunaan fasilitas pengiriman pesan text. Syaratnya, cukup memiliki pesawat “smart phone” bermerek BLACKBERRY, maka secara otomatis  bisa menghubungkan dengan sesama pengguna Blackberry hanya dengan mendaftarkan PIN kita ke perangkat Blackberry milik teman, biayanya murah, jauh lebih murah dibandingkan dengan menelpon ataupun mengirimkan text message singkat atau SMS.

Karena mudah dan murah, semakin banyaklah komunitas yang menggunakannya, mulai dari siswa dan kelompok belajarnya sampai ibu-ibu yang suka berbagi resep dapur sampai yang bergosip ria. Mulai dari karyawan dan divisi pekerjaannya sampai dengan toko online dalam BBM dan kelompok hobby.

Tetapi jangan terlena dengan kemudahan-kemudahan tersebut, sebab secara tidak langsung , suka ataupun tidak suka, alat komunikasi canggih (Blackberry) menumbuhkan kepribadian baru dalam diri penggunanya dan tidak jarang akibatnya merugikan. Kok bisa?

Tentu bisa!  karena kita  jelas-jelas melihatnya atau bahkan terang-terangan melakukannya, contohnya:

  • Menjadi MALAS (bergerak/berbicara).

Sangking terikat dengan BBM, alih-alih menggunakan telpon, untuk urusan penting-pun, urgent, darurat, pesan disampaikan melalui BBM, bila BBM lagi lemot, atau orang yang dikirimin berita sedang sibuk dan tidak segera membaca pesan… yang urgent itu menjadi bencana.Komunikasi keluarga juga tidak jarang dilakukan “in person” lagi, tetapi melalui BBM, padahal cuma beda kamar dalam satu rumah (sayapun terkadang melakukannya…aduhh ( > ¬ <” )

  • Kurang “aware” dengan keadaan sekitar.

Apakah anda memperhatikan gaya berjalan model sekarang? ciri-ciri berjalan lambat dengan kepala tertunduk, kedua tangan memegang gadget, dan kedua jempol sibuk mengetik.  Akibatnya? membuat orang-orang yang berada di belakang kita kesal karena meghambat jalan mereka, sering nabrak atau ditabrak orang, atau sampai -sampai dipanggil-panggilpun tetap tidak sadar karena begitu terbius dengan tulisan tulisan yang seakan-akan muncul secara ajaib, yang membuat kita harus membacanya dan tidak menghiraukan yang lainnya.

Apakah anda juga memperhatikan hubungan di meja makan? Kuliner sejak zaman dulu digunakan untuk mengakrabkan diri dengan keluarga, teman, kolega. Namun sekarang? apa yang terjadi?Duduk di meja yang sama, tapi masing-masing sibuk dengan dunia sendiri.  Kalaupun ada pembicaraan, sering kali salah satu pihak  tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh karena jempol-jempolnya sedang diberdayakan sedemikian rupa.

  • Jadi EMOSIONAL (bagi  saya)..Mengapa? apakah BBM mengandung garam tinggi? tentu bukan!!! tetapi karena broadcast-broadcast berita yang tidak penting,   berita bohong, berita tidak pasti/ isu.
  • Nah,  yang satu ini berbahaya dan ada hubungannya dengan broadcast, yaitu copy-paste.

Saya menemukan kenyataan bahwa banyak orang yang suka copy-paste,  dan meng-posting  ulang berita tersebut melalui fasilitas broadcast. Antiknya, yang membroadcast ulang, sering tidak tahu apa isi berita yang dia broadcast. Mereka “bahkan” belum membaca dan menyimak isinya apakah layak di broadcast! Yang menjengkelkan, seringkali isi broadcast message itu berupa isu SARA yang meresahkan, padahal belum tentu isi beritanya benar dan bisa dipertanggungjawabkan, ada juga yang isinya pornography yang diberi judul yang alim. Dan yang bikin marah adalah, ketika kita menanyakan apa isi broadcastnya? jawabannya sungguh simple, ringan, dan tanpa pikir : cuma copy paste aja. huh?!???

Kalau terus begini keadaannya, coba pikir:

  • berapa orang yang bakal tertipu oleh berita broadcast ala “copy paste” tentang anaknya yang sakit, dan perlu dana, dan minta transfer, padahal beritanya bohong.
  • berapa orang yang dibodohi karena berita broadcast ala “copy paste” tentang informasi yang salah.
  • berapa orang yang jadi darah tinggi oleh berita broadcast ala “copy paste” tentang apapun juga hanya karena sang broadcaster adalah teman yang dianggap bisa dipercaya, namun setelah dibuka ternyata isinya “tidak karu-karuan”.
  • berapa orang yang kurang wawasan yang akan terjebak dalam kekhawatiran oleh isu-isu negatif, misalnya yang berhubungan dengan SARA, hanya karena sang broadcaster tidak bertanggung jawab.
  • Plagiatisme (pencontekan/pembajakan)??? *apakah bisa disamakan, mohon komen pembaca. COPY PASTE bisa disamakan dengan plagiatisme secara tidak langsung. Misalnya meng-copy paste status/ quote/ pepatah, atau status orang lain tanpa mencantumkan sang penulis status/quote/pepatah yang asli. sehingga status/quote/pepatah tersebut seakan-akan adalah hasil kreatifitasnya (dalam mencuri/plagiat).

COPY PASTE sebenarnya adalah “tools” yang sangat membantu terutama dalam pekerjaan suatu proyek editing untuk mempersingkat waktu.

Tetapi ditangan orang “bodoh” dan tidak bertanggungjawab, COPY PASTE menjadi hal yang merugikan orang banyak.

  • Dan berhati-hatilah, sebab  COPY PASTE ternyata DITEMUKAN dalam aktivitas religius kita. Contohnya, dalam  hal:
  • membaca doa/ mantera, dalam kasus saya sebagai seorang Nasrani yaitu DOA BAPA KAMI, setiap hari kita membaca dan memanjatkannya kepada Bapa di Surga. Sebagian besar bahkan sudah menghafal dari kecil.… Pertanyaannya adalah,  apakah makna dari doa tersebut benar-benar tercetus dari hati yang tulus  ketika kita memanjatkannya.
  • Pada saat kita membaca Firman Tuhan.…apakah hanya sekedar membaca, dan tidak merenungkan tentang isinya, makna yang tersirat bagi kondisi kita pada saat membacanya?
  • Pada saat kita mendoakan orang sakit atau orang yang sedang menderita.…apakah kita mendoakan dengan doa meringankan beban tetapi hati kita tidak terletak pada penderitaan orang tersebut dan memanjatkannya diatasnya, mendoakan hanya supaya imej kita kelihatan bagus dan rohani?
  • Pada saat menyanyikan lagu puji-pujian.…apakah kita menyanyikan dengan tulus dan sepenuh hati sesuai dengan arti dari lirik lagu ataukah cuma sekedar menghafal dan membunyikannya dengan teknik sebaik yang kita kuasai?

Ayolah kawan, mari kita berpikir sedikit lebih jauh sebelum bertindak dan mengikuti arus-arus yang tidak positif.

Batasilah penggunaan COPY-PASTE dalam kehidupan kita, pergunakan seperlunya.

Apalagi dalam kehidupan Spiritual, karena apapun amal kebaikan  yang  kita lakukan tidak ada artinya bila dilakuan dengan karakter copy paste. Apakah Tuhan akan menerima persembahan yang tidak dilakukan dengan hati yang sungguh-sungguh, dengan hati yang sempurna untuk menyembah dan memujiNya?

Jangan bertanya pada rumput yang bergoyang :D :D :D

Semoga diberkati :)